Hotel - Korea Selatan (Korsel) boleh percaya diri akan melaju ke babak 16 besar. Jutaan warga Negeri Ginseng juga optimistis timnya akan mencetak sejarah dengan masuk ke perdelapan final untuk pertama kali di tanah asing.
Hotel di Hong Kong - Namun, semua optimisme itu akan berbalik menyakitkan jika Taeguk Warriors mengalami peristiwa pahit seperti Piala Dunia 2006. Saat itu, mereka harus angkat koper lebih awal karena terhenti di babak penyisihan. Padahal, di awal turnamen,Korsel begitu percaya diri maju ke babak 16 besar karena penampilan mengesankan pada laga perdana.
Seperti tahun ini, empat tahun lalu, Taeguk Warriors juga berambisi ke perdelapan final setelah mereka memenangkan laga perdana melawan Togo 2-1. Harapan itu semakin besar saat Negeri Ginseng menahan imbang juara Piala Dunia 1998 Prancis 1-1 di laga kedua. Namun, saat menghadapi partai penentu melawan Swiss yang sama-sama mengantongi nilai tiga seperti mereka, Korsel malah takluk 0-2.
Harapan tinggi untuk masuk ke perdelapan final pun kandas di laga terakhir. Kejadian ini bisa saja terulang di Afrika Selatan (Afsel). Terlebih perjalanan Negeri Ginseng di Piala Dunia kali ini hampir sama dengan apa yang terjadi di Jerman 2006. Pada Piala Dunia 2010, langkah Korsel maju ke babak 16 besar seolah mulus setelah mereka meraih kemenangan meyakinkan 2-0 atas Yunani di laga perdana.
Namun, situasi ini sedikit berubah saat Park Ji-sung dkk dihancurkan Argentina 1-4 dan di saat bersamaan Yunani memetik kemenangan 2-1 atas Nigeria. Langkah Taeguk Warriors yang semula ringan pun kini cukup berat. Pasalnya, Nigeria yang akan dihadapi Korsel di laga terakhir juga akan tampil mati-matian karena mereka masih bisa bermimpi ke babak 16 besar.
Super Eagles–julukan Nigeria–juga dipastikan bakal bermain ngotot demi nama baik tim-tim Afrika. Pelatih Korea Selatan Huh Jung-moo jelas menyadari segala kemungkinan dan konsekuensi dari lagi dini hari nanti. Sebagai pelatih, dia juga tidak ingin mengulang peristiwa empat tahun lalu. Karena itu, Jung-moo mempersiapkan timnya dengan seksama laga melawan Nigeria.
”Kami membiarkan pertahanan kami terlalu terbuka saat meladeni Argentina. Menghadapi Nigeria, kami berjanji tampil solid dan terorganisir,” ujar Huh kepada AFP. Satu hal yang bakal menjadi motivasi lain TaegukWarriors untuk meraih kemenangan adalah ambisi pribadi sang pelatih.
Jung-moo, 55, berencana meninggalkan karier di dunia sepak bola dan untuk itu Ji-sung dkk akan memberikan kado terindah berupa kemenangan dan tiket babak 16 besar.
Hotel di Hong Kong - Namun, semua optimisme itu akan berbalik menyakitkan jika Taeguk Warriors mengalami peristiwa pahit seperti Piala Dunia 2006. Saat itu, mereka harus angkat koper lebih awal karena terhenti di babak penyisihan. Padahal, di awal turnamen,Korsel begitu percaya diri maju ke babak 16 besar karena penampilan mengesankan pada laga perdana.
Seperti tahun ini, empat tahun lalu, Taeguk Warriors juga berambisi ke perdelapan final setelah mereka memenangkan laga perdana melawan Togo 2-1. Harapan itu semakin besar saat Negeri Ginseng menahan imbang juara Piala Dunia 1998 Prancis 1-1 di laga kedua. Namun, saat menghadapi partai penentu melawan Swiss yang sama-sama mengantongi nilai tiga seperti mereka, Korsel malah takluk 0-2.
Harapan tinggi untuk masuk ke perdelapan final pun kandas di laga terakhir. Kejadian ini bisa saja terulang di Afrika Selatan (Afsel). Terlebih perjalanan Negeri Ginseng di Piala Dunia kali ini hampir sama dengan apa yang terjadi di Jerman 2006. Pada Piala Dunia 2010, langkah Korsel maju ke babak 16 besar seolah mulus setelah mereka meraih kemenangan meyakinkan 2-0 atas Yunani di laga perdana.
Namun, situasi ini sedikit berubah saat Park Ji-sung dkk dihancurkan Argentina 1-4 dan di saat bersamaan Yunani memetik kemenangan 2-1 atas Nigeria. Langkah Taeguk Warriors yang semula ringan pun kini cukup berat. Pasalnya, Nigeria yang akan dihadapi Korsel di laga terakhir juga akan tampil mati-matian karena mereka masih bisa bermimpi ke babak 16 besar.
Super Eagles–julukan Nigeria–juga dipastikan bakal bermain ngotot demi nama baik tim-tim Afrika. Pelatih Korea Selatan Huh Jung-moo jelas menyadari segala kemungkinan dan konsekuensi dari lagi dini hari nanti. Sebagai pelatih, dia juga tidak ingin mengulang peristiwa empat tahun lalu. Karena itu, Jung-moo mempersiapkan timnya dengan seksama laga melawan Nigeria.
”Kami membiarkan pertahanan kami terlalu terbuka saat meladeni Argentina. Menghadapi Nigeria, kami berjanji tampil solid dan terorganisir,” ujar Huh kepada AFP. Satu hal yang bakal menjadi motivasi lain TaegukWarriors untuk meraih kemenangan adalah ambisi pribadi sang pelatih.
Jung-moo, 55, berencana meninggalkan karier di dunia sepak bola dan untuk itu Ji-sung dkk akan memberikan kado terindah berupa kemenangan dan tiket babak 16 besar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar